Rabu, 11 Oktober 2017

Teks Dialog Interaktif 2017 di TV One, Metro TV, Trans TV

23 Contoh Teks Dialog Interaktif 2017 di TV One, Metro TV, Trans TV Contoh Teks Dialog Interaktif Terbaru 2017 di TV Singkat.  Contoh teks dialog Interaktif, contoh teks dialog interaktif pendidikan, dialog interaktif di tv 2017, dialog interaktif terbaru 2017, dialog interaktif tv one 2017, contoh teks dialog interaktif kick andy, contoh teks dialog interaktif tentang narkoba, dialog interaktif dan kesimpulannya, dialog interaktif adalah

Pengertian dan contoh teks dialog Interaktif adalah sebuah dialog yang berisi wawancara tentang topik yang sedang hangat dibawah ini langsung saja kalian cek ya.

Kick Andy - Abraham Samad Perilaku Korupsi di Indonesia 
Nama Acara       : Kick Andy.
Stasiun Tv          : Metro TV.
Waktu                 : Pukul 20.05 WIB, Jum’at 3 Okt 2014.
Pembawa Acara  : Andy Flores Noya.
Narasumber        : Abraham Samad.
Tema                    :Perilaku Korupsi di Indonesia
Pembahasan        : Tanpa melibatkan pemirsa.
Dialog                 :
Andy     : Selamat malam bapak menteri.
Dahlan  : Selamat malam.
Andy     : Apa yang anda pikirkan sebenarnya sehingga Anda tidak mau menerima fasilitas untuk anda sebagai menteri?
Dahlan   : Hidup kita harus sederhana, karena kita nanti pasti tidak jadi apa-apa. Supaya kalau kita sudah tidak jadi apa-apa, kita tidak merasa kehilangan. Pada akhirnya kita juga pasti kehilangan yang paling mahal, yaitu nyawa. Kalau kita sudah latihan tidak keberatan kehilangan apapun, pasti kita tidak keberatan bila harus dipangil tuhan untuk kehilangan nyawa.
Andy     : Siapa orang yang paling berjasa untuk Anda dalam meraih kesuksesan Anda?
Dahlan  : Pertama adalah orang tua saya, yang telah membesarkan saya. Kedua adalah kakak perempuan saya yang ada di Samarinda yang telah membiayai hidup saya dan adik saya setelah orang tua saya meninggal.
Andy     : Mengapa tanggal lahir Anda tidak bisa dipastikan?
Dahlan  : Ketika saya lahir, kakak saya menuliskan tanggal lahir saya di balik pintu lemari. Suatu saat ibu saya sakit parah dan tidur di rumahnya dukun selama 1 bulan. Bapak saya tidak kerja karena menemani ibu saya. Karena tidak ada penghasilan dari Bapak, maka barang-barang di rumah dijual termasuk lemari yang bertuliskan tanggal lahir saya.
Andy      : Bagaimana cara Anda melalui masa-masa sulit dalam kemiskinan?
Dahlan   : Saya merasa tidak menderita karena kemiskinan. Saya menerima apa adanya, karena bagaimanapun keadaannya, hidup harus dijalani.
Andy      : Sejak kapan Anda mengabaikan fasilitas-fasilitas negara yang diberikan untuk Anda?
Dahlan   : Sejak menjadi Direktur Utama PLN. Banyak orang yang mengatakan PLN itu sarang korupsi. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menerima gaji, mobil dinas, dan rumah dinas dari PLN.
Andy      : Apa yang terjadi dengan hati Anda dan adakah pengaruh dari operasi ganti hati pada kegiatan Anda sehari-hari?
Dahlan   : Awalnya saya mengidap Hepatitis B, kemudian saya terkena kanker hati dan umur saya diperkirakan tinggal 6 bulan. Maka saya menjalani operasi ganti hati dan syukurlah sekarang saya tidak cepat lelah ketika bekerja.
Andy    : Apa yang mendasari Anda untuk melakukan tindakan-tindakan kontroversial seperti naik ojek, dan tidur di rumah petani di desa?
Dahlan  : Ketika saya naik ojek, saat itu benar-benar macet sehingga saya harus naik ojek agar tepat waktu. Ketika saya tidur di rumah petani, saya ingin mengetahui kenapa orang miskin sekarang begitu menderita. Saya juga ingin mencari cara untuk memecahkan kemiskinan sedikit demi sedikit.
Andy     : Apabila dicalonkan menjadi presiden atau wakil presiden, maukah anda menerimanya?
Dahlan  : Saya tidak mau jadi presiden atau wakil presiden saya ingin terus bekerja sebagai Menteri BUMN semampu saya.
Andy     : Di mana sajakah Anda menerima pendidikan formal Anda?
Dahlan   : Saya menerima pendidikan formal saya yaitu SD, SMP, dan SMA di kampung halaman saya. Kemudian saya ikut kakak saya ke Samarinda untuk kuliah di IAIN. Karena orang yang mau kuliah di Samarinda masih sedikit, saya mudah mencari kuliah di sana.


CONTOH TEKS DIALOG INTERAKTIF DI TV SINGKAT


1. CONTOH DIALOG INTERAKTIF DI TV (TRANS TV / DR. OZ)

Topik              : Mabuk Perjalan
Narasumber   : dr. Ryan Thamrin
Bintang Tamu : Tya Aristya
contoh dialog interaktif metro tv mata najwa
Percakapan
dr. Ryan          : “Masih di DR. OZ Indonesia. Kita akan bicara mengenai mabuk.”
Tya                  : “Ha? Mabuk?”
dr. Ryan          : “Mabuk perjalanan.”
Tya                  : “Iya bener.”
dr. Ryan          : “Bicara masalah mabuk perjalanan, nah ini kan menjelang lebaran, tradisi gak bisa ditolak. Oke, bicara masalah mabuk, organ tubuh pada kita itu apa yang bermain kira-kira?”
Tya                  : “Kepala kayaknya, pusing kan?”
dr. Ryan          : “Itu akibatnya pusing.”
Tya                  : “Sama lambung, mual.”
dr. Ryan          : “Sama lambung mual, ya… Terus?”
Tya                  : “Emm… Udah.”
dr. Ryan          : “Udah itu? Sebenarnya yang memegang kendali saat mabuk perjalanan adalah telinga bagian dalam. Nah untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat animasinya. Yuk minggir.Nah itu dia tu ya.” (menunjuk animasi gambar telinga)
Tya                  : “Mirip.”
dr. Ryan          : “Pada dasarnya itu di dalam itu ada namanya labirin. Labirin ini saat kita bergerak ke depan ke belakang itu tu labirinnya akan ikut juga. Itu nama organnya labirin. Ke depan ke belakang ke kanan ke kiri. Kita akan lihat lebih dalam lagi, nah di dalam labirin itu ada cairan warna kuning, di cairan warna kuning itu ada rambut, rambut itu adalah reseptor, alat yang mendeteksi setiap gerakan kita. Apabila kita ke kiri, reseptor itu akan ke kiri. Jadi itu adalah pusat dari keseimbangan. Apabila ini mengalami gangguan atau tidak fokus itu akibatnya kita mabuk pejalanan. Pengen tahu?”
Tya                  : “Mau dibawa kemana lagi aku dokter?”
dr. Ryan          : “Namanya juga kita mau perjalanan. Saya akan buat kamu mabuk, Tya. Saya akan kasih tau Anda, pemirsa di rumah dan penonton di studio, kenapa seseorang menjadi mabuk. Itu tadi udah ada animasinya, sekarang kita demo dengan kursi. Nah labirin itu tadi kan ikut bergerak, nah ternyata itu ada hubungannya dengan mata. Di saat saya gerakkan kursi ke kanan ke kiri ke kanan lagi ke kiri lagi, putar…” (menggerak-gerakkan kursi)
Tya                  : “Aaa dokter… Waa puyeng…”
dr. Ryan          : “Kita putar lagi.”
Tya                  : “Waa…”
dr. Ryan          : “Lagi…”
Tya                  : “Aaa dokter… Ini udah puyeng ini dokter. Aduh dokter.”
dr. Ryan          : “Oke, nah ini ada kaitannya dengan mata. Biasanya kalau mata kita mengikuti sendor tubuh, yaitu bergerak ke kanan ke kiri ke depan ke belakang atau mutar itu tidak menimbulkan respons mabuk atau mual. Beda halnya kalau kamu sambil baca.”
Tya                  : “Oke.”
dr. Ryan          : “Kan biasanya ini pemirsa, di saat kita perjalanan darat, laut, udara, tapi kalau udara sih jarang ya kalau mabuk. Tapi ada beberapa orang yang sensitif  juga mabuk terutama yang darat. Kadang-kadang ya boring, 30 hari perjalanan pulang kampung.”
Tya                  : “Ha? Jauh banget?”
dr. Ryan          : “Wah, jauh ya… Kan boring tu berjam-jam, biasanya kan bawa buku sambil baca. Nah gerakan itu tadi sambil baca yuk.”
Tya                  : “Huooo… Ini gimana baca ini dokter, nggak baca aja udah puyeng.”
dr. Ryan          : “Oke, nah Tya, kenapa kalau tadi mata dengan membaca itu mudah mabuk? Karena mata kita itu mensensor tubuh kita itu tidak bergerak. Sedangkan indra di labirin itu mensensor tubuh kita bergerak, jadi kayak ada tolak belakang. Itu yang mengakibatkan kita mabuk perjalanan lebih mudah terjadi. Gitu… jadi solusinya pertama, hindari membaca sambil di dalam mobil atau perjalanan. Yang kedua adalah…Boleh di sini, kasihan kamu duduk mulu.”

Rabu, 28 Juni 2017

Perbedaan Kebaya Bali Modern dengan Kebaya Lain

Model kebaya bali sedikit banyak mulai dikenal di ranah fashion di Indonesia, bahkan di fashion luar negeri. Kombinasi cantik antara atasan kebaya bali dan juga ikat pinggangnya yang menjadi ciri khas kebaya bali itu sendiri, serta pengaruh fashion modern yang menjadikan celana jeans dan  rok kebaya pendek menjadi paduan yang cocok untuk kebaya bali. Berikut ini seputar kebaya bali dalam fashion modern.

Kebaya Bali Modern

Kebaya Bali Modern dengan Paduan Rok Kebaya Pendek

Jika Anda tidak terlalu suka dengan yang ribet, Anda bisa mengganti rok kebaya panjang dengan rok kebaya pendek yang biasanya sepanjang bawah lutut. Ukuran bawah lutut dirasa cukup sopan untuk acara seni-formal seperti undangan ulang tahun, pesta pernikahan di pagi hari, dan juga untuk acara reuni. Keistimewaan lain dari kebaya adalah mereka dapat dipadupadankan dengan banyak bawahan, mulai dari rok kebaya panjang, rok kebaya pendek, celana bahan kain, dan juga celana jeans atau denim.

Padukan Kebaya Bali dengan Ikat Pinggang Kain

Kebaya Bali Dengan Ikat Pinggang

Salah satu keistimewaan Model kebaya bali yang tidak dimiliki oleh kebanyakan kebaya adalah adanya ikat pinggang yang berupa tali polos yang warnanya berlawanan dengan kebaya bali itu sendiri. Misalnya, jika Anda memiliki kebaya bali dengan warna utama kuning, maka ikat pinggang untuk kebaya Anda yang paling cocok adalah wana hijau, merah, atau biru. Pokoknya, warna mencolok yang berlawanan dengan warna utama kebaya. Wanita Bali sangat cantik saat mengenakan kebaya keseharian mereka ini. Apalagi saat ada upacara adat, mereka seolah memamerkan kebaya terbaik mereka saat itu. Kebanyakan orang mengira bahwa warna kebaya bali hanya kebanyakan warna putih, padahal, warna kebaya bali gaya modern ini sudah beragam, bahkan berwarna warni.

Kebaya Bali dengan Celana Jeans

Model kebaya bali Sama dengan jenis kebaya lainnya, Anda juga bisa memadu padankan kebaya bali dengan berbagai celana, seperti celana panjang bahan kain dan juga celana jeans.namun, untuk tampilan lebih modis dan trendy, Anda bisa mengenakan celana jeans karena celana ini tidak akan pernah ketinggalan zaman. Meskipun Anda sudah berkepala 4, Anda tidak perlu khawatir. Untuk acara arisan atau acara reuni dengan teman sekolah Anda, padukan kebaya ala bali dengan celana jeans Anda dan jadilah lebih muda dalam penampilan Anda.

Bagaimana, apakah Anda mulai menyukai kebaya Bali modern? Jika Anda menginginkannya, Anda bisa membeli kebaya bali ini di beberapa outlet di kota Anda, pergi ke Bali langsung sambil berlibur, atau membeli kain kebaya lalu menjahitkannya pada penjahit Anda dengan model kebaya bali yang Anda suka. Jenis kebaya apapun, Anda tetap akan tampak cantik dan merarik dengan setelan kebaya modern asal bali ini.

Senin, 12 Juni 2017

What Is Dzuma Dzuma Baby Story Meaning ?

What Is Dzuma Dzuma Baby Story Meaning ? What Is Dzuma Dzuma Baby Story Meaning ? Apollo strikes headed swine, illustration for the Iliad; Stanislaw Wyspianski, 1897 Originally the Latin word pestis was one of the many general terms “plague” or“mass misery”, “destruction”. Only in the XV-XVI. They began to distinguish between different types of diseases that cause massive disease epidemic fatal. This word has a vague origin, it may be akin to Latin. perdo – “lost, destroyed, wasted,” Lat. perditus – “lost, incurable, hopeless.”
Protective clothing physician during the plague epidemic (Germany, the seventeenth century.)
There are disputes whether one of the first descriptions of epidemic given by Thucydides called. “Plague of Athens” in 430 BC It was actually plague (it is possible that it was typhoid, dengue, smallpox and hemorrhagic fever virus). From ancient times through the Middle Ages up to modern times is described dozens of major epidemics (most likely) the plague, also known as “Black Death” (from emerging extensive necro-zgorzelinowych in the skin, taking a dark color).
The largest of them swept up by the European countries in the mid-sixth century, the so-called. the plague of Justinian and in the years 1348-1352, and a few years later in China. This epidemic in some parts of the population has decreased by up to 80% of the population and caused far-reaching consequences of the demographic, cultural and social and political. The symbol of the plague has become a distinctive protective clothing worn in the sixteenth-eighteenth century. By doctors during the epidemic, with a mask in the shape of the beak, where he was put fragrant oils suppressing the stench of decomposing corpses. In addition to clothing, were protected against the plague also special antidotes: the most valuable of which was scabiosa, but also used Four Thieves Vinegar (wine vinegar, where for 12 days soaked mugwort wormwood, rue ordinary, rosemary, sage and other herbs containing essential oils with strong bactericidal properties) and “scabiosa poor” – garlic
Acute infectious bacterial disease of rodents and (rarely) other small mammals, and humans (zoonosis). This disease is caused by infection G (-) anaerobic Enterobacteriaceae named Yersinia pestis.

Characters and expensive spreading, There are three main forms of plague: do you know What Is This Is Dzuma Dzuma Baby Story –  Dzuma (czarna smierc, mr, zaraza morowa) on in english ( The plague (Black Death, plague, pestilence plague) ) 
bubonic
septic (septic)
pulmonary: primary and secondary.
What Is Dzuma Dzuma Baby Story.
Most often it occurs among both animals and humans, bubonic form of the plague. Infection occurs usually as a result of bites by fleas (mostly rat flea, Xenopsylla cheopis) previously infected by the bite of rats, squirrels, nieswiszczuk�w czarnoogonowych or other small mammals. Following infection, bacteria migrate through the blood and lymph nodes and after approximately five days revealed enlargement of regional organ (the. Bubo). Form of bubonic plague caused may also be ingestion of contaminated food or water (rare in humans).
The figure is usually a septic complication of bubonic plague. In some patients develop, bypassing the bubonic form, once the initial sepsis.
Cardiac form of plague can occur either as a primary infection (in this case it takes place by droplet from person to person, with the exception of the vector infection as fleas, rat) or as a secondary dzumowe pneumonia as a complication of which bubonic. This embodiment is characterized by very high contagiousness (unknown to science are, however, cases of pneumonic plague infections by eg. The ventilation system).

etiological factor
Plague causes stationary rod, ribbon negatively using the method Gram nieprzetrwalnikujaca, Yersinia pestis. This bacterium has a team of genes called Yop virulon producing special tabs protein on the surface of the bacterial cell and endotoxin. With these knobs are recognized phagocytes infected organism and are introduced into the cytoplasm of bacterial endotoxins phagocytes (YopE, and YopH YopT) that block the phagocytosis. This pathogen is sensitive to common disinfectants (chemical and high temperature). It has a relatively high resistance to low temperatures. In an environment experiencing usually from month to half a year.

Pathogenesis, symptoms and recognition
Symptoms of bubonic plague (lat. Pestis Bubonic) emerge from two days to a week from the bite. In the initial period, the first 6-8 hours, non-specific symptoms such as high fever (above 38 C), sweats, chills, vasodilation, headache and severe weakness.
Then there is enlargement of the lymph nodes (up to approx. 10 cm), especially the fillet, rarely axillary, cervical or other symptoms and inflammation of the lymphatic vessels. Enlarged lymph nodes become painful (sometimes causing limb contractures), soft (due to necrosis of the mechanism of heart attack and purulent changes in the central parts thereof), their contents can be emptied by spontaneous fistula. In mild cases of bubonic plague (lat. Pestis minor) disease process is limited to one group of lymph nodes, even without formation of fistulas. Usually, however, are secondary bubo (occupied are more groups of lymph nodes). In rare cases, bubonic changes occur only in deep lymph nodes. Such cases are very difficult to recognize, like the course of severe forms of typhoid fever or severe form – septic plague.
Form septic (lat. Pestis septica) has, in addition to nonspecific symptoms, a large bacteraemia. As a result of systemic infection, as a reaction macroorganism, there is a generalized inflammatory syndrome (lat. Sepsis). As a result, created microembolism bacterial end the blood vessels of the fingers and toes and nose, resulting in gangrene (manifested black staining of tissue). These symptoms are similar to descriptions of the epidemic “Black Death” of the Middle Ages. In this embodiment, the prognosis is very serious.
In the form of pulmonary (lat. Pestis pneumonic) symptoms of severe, exudative pneumonia with hemoptysis, shortness of breath and cyanosis. The prognosis is much worse than the bubonic form. Pulmonary anthrax is characterized by an unusual contagious through droplets (without the mediation of fleas).
Pneumonia plague is a haemorrhagic, intrabronchial inflammation with erythrocyte croupus effusion.
Early diagnosis is based on an interview with epidemiological and clinical study. To confirm plague used bacteriological cultures of material from the lymph nodes, blood or sputum. Also important they are serological methods and PCR. Final confirmation is done in laboratories with high (3, 4) Degree biosafety.
Treatment
Treatment involves administration of parenteral antibiotics. The bacteria are sensitive to streptomycin, gentamicin, chloramphenicol (the first two antibiotics are known. Drugs of choice for the treatment of plague. Chloramphenicol, despite the very high efficiency, is currently used as antibiotic “second-line”, because of the frequent and dangerous side effects) , ciprofloxacin, cephalosporins (in pulmonary and systemic plague) and some tetracycline, doxycycline most often (in mild cases). Large importance of a supportive treatment; the need to develop surgical bubo is rare.
In Poland, sick of the plague are subject to forced hospitalization.
Prognosis
In untreated cases, on the basis of data from various epidemics, mortality from bubonic form is estimated to be several to up to 80%
Untreated form of septic (septicemic) and pulmonary plague is 100% lethal (death as pulmonary usually occurs within a few days, as septiceaemic even within 48 hours) [2]
Proper and early started antibiotics reduces the mortality in the form of bubonic less than 5%, in the form of septic pulmonary and less than 20% (with the proviso that the treatment is made during the first day after the onset of disease symptoms).
Prevention
Prevention consists of avoiding contact with dead wild animals and situations in which may be bitten by a rodent (eg. During feeding); use of anti-fleas in domestic animals.
The first vaccine against plague developed in 1890. Is commercially available vaccine against plague which comprises formalin-killed bacteria. It provides protection against bubonic form, but its effectiveness in preventing pulmonary embodiment is small [3].
For any embodiment except the pulmonary insulation of contacts is not needed, as antibiotic prophylaxis.
The plague as a biological weapon
Plague bacteria are classified as “classical” arsenal of biological weapons. Their importance stems from the rarity of plague in developed countries, a fairly high mortality and universal sensitivity of the population. The first known case of their use is the siege of the Crimean port of Kaffa (now Feodosia) by the Tatars in 1346. Besiegers with catapults threw the walls of the city corpses of the dead from the disease (refugees from the city spread the epidemic throughout Europe). Criminal experiments of plague as a weapon bacteriological led the Japanese military during the years 1937-1945 in the unit “731” in Manchuria, led by the Japanese. Military doctor, General. Ishiiego Shiro (1892-1959). In this unit, including They developed a special porcelain bombs designed to spread infected fleas. During the Cold War they were led by the Soviet Union and the United States research on varieties of plague bacilli that may be used as a biological weapon.